Go to College with Baby
Akhirnya sommer semester 2007 ini hampir selesai saya lalui, tinggal 1 Klausur (Exams) lagi, beres…belm ding:>…kan hasilnya juga penting. Semester yang cukup berat, mengingat kami yang tadinya hanya berdua (saya dan suami), jadi bertiga:D. Tak mudah langsung kuliah lagi 1 bulan tepat setelah melahirkan. Sampai sekarang pun saya bertekad ASI ekslusif. Untuk itu, ASI untuk bayi tercinta pun dipompa jika saya terpaksa keluar rumah untuk kuliah, mengerjakan tugas atau sekedar ke dokter dan Termin (Appointment) lainnya.
Alhamdulillah, banyak teman-teman di Aachen yang sangat supportif menawarkan bantuan menjaga Surya, jika kami berdua kebetulan harus kuliah pada jam yang sama. Tak jarang saya atau suami bolos jika tak menemukan orang yang bisa dititipi bayi. Harap maklum, orang kan nggak selalu bisa setiap saat, lagipula minta tolongnya sukarela, no paid. Terimakasih yang tulus untuk semua yang mensupport, membantu, maaf saya tidak bisa membalasnya. InsyaAllah Allah akan memberi imbalan yang lebih baik.
Di kota kami, ada yang namanya Kinderkrippe, Kindertagesstätte(KITA), semacam play group untuk anak yang belum bisa masuk Kindergarten, ada 2 KITA yang disediakan oleh RWTH Aachen. Sayangnya warteliste-nya itu lho sangat panjang, bisa bertahun-tahun menunggu. Wah…jangan-jangan saat anak saya dapat tempat, kami sudah lulus;p. Di satu KITA, anak kami gagal mendapatkan tempat untuk semester depan (WS 2007/2008). Heran…penilaiannya seperti apa sih. Masih mencoba mendaftar ke KITA dari Stadt, mudah-mudahan berhasil deh.

Hmmm…klo di Indonesia ada keluarga besar atau pembantu. Keluarga lebih bisa di percaya dibanding pembantu dilihat dari tingkat pendidikan