How to Study In Germany

Info ini saya tulis di blog berhubung banyak teman2 yang kirim email, menanyakan info2 bagaimana cara pergi ke Jerman, apa saja yg hrs dipersiapkan sebelumnya, berapa biayanya, dsb. Jadi, lebih efisien juga bagi saya untuk menuliskannya sekali disini. Silahkan disimak, jika ada yang kurang jelas, bisa ditanyakan langsung ke saya. Sebelumnya saya jelaskan, kalau persiapan di bawah ini berdasarkan pengalaman saya pribadi dan beberapa teman, untuk yang ingin berangkat dengan beasiswa atau untuk bekerja, maaf saya kurang tahu, apa sama langkah2nya atau berbeda.

Persiapan administrasi :
1. Membuat paspor di daerah tempat Anda berasal. Ini yang terpenting karena tanpa paspor, tidak akan ada Visa, tanpa Visa, Anda tidak bisa terbang. Biaya pembuatan paspor saya rasa tiap daerah bervariasi, tapi yang jelas kisarannya ratusan ribu. Kalau sampai jutaan, kemungkinan Anda “dipalak”. PENTING : jangan buat paspor lewat calo. Saya tinggal di Cilacap yang notabene terkenal sebagai asal TKI terbesar, dan para TKI sering dibantu para calo yang memang mangkal di kantor pembuat paspor. Waktu saya tanya kena berapa? Wuihhh….pokoknya berkali2 lipat dari saya. So, jgn mau dibodohi.
2. Mentranslate dokumen2 penting Anda ke dalam bahasa Jerman (hanya jika dokumen berbahasa Indonesia, kalau sudah berbahasa Inggris tidak perlu lagi). Dokumen apa saja? Tergantung, berhubung saya kuliah S2, dokumen yg perlu sbb : akte kelahiran; ijazah, NEM, STTB SMU; ijazah S1 dan transkrip nilai S1, surat2 bukti kerja praktek kalau ada. Kalau untuk yang bekerja, saya kurang tahu. Kalau Anda pernah kerja praktek di perusahaan, mintalah surat dalam bahasa Inggris, supaya tidak perlu ditranslate. Biaya translate dokumen cukup mahal, berkisar 75.000-100.000 perlembar. Penerjemah bahasa Jerman bisa Anda temukan di Kedubes Jerman, Goethe Institute, atau lembaga2 Pendidikan Jerman-Indonesia seperti GCC.
3. Setelah mentranslate dokumen, jangan lupa melegalisir dokumen2 yang ditranslate. Sekali translate, Anda mendapatkan 4/5 copy-an. Nah, copy-an ini harus dilegalisir, tiap cap(sekali legalisir) akan dikenakan biaya Rp 50.000 di Kedubes Jerman. Entah, sekarang sudah naik atau belum. Jadi, jika nanti Anda ingin apply ke banyak sekolah. Persiapkan banyak copy-an (copy sendiri sebanyak yang Anda butuhkan) lalu minta dilegalisir ke Kedubes. Warning, pintu Kedubes ditutup cukup awal, sekitar jam 11.30 kalau tidak salah. Jadi usahakan datang pagi jam 8-an (dilantai bawah).
4. Membuat surat jaminan keuangan. Uang jaminan ini yang terpenting, tertera dalam dokumen jaminan keuangan, yang formatnya bisa Anda dapatkan di Kedubes. Anda perlu jaminan dari pihak ketiga, yang menyatakan akan menjamin hidup Anda di Jerman, minimal selama 1 tahun disana. Berapa besarnya? 7020 €, 1 € sekitar 11.800. Silahkan dihitung lagi, kalau tidak salah sejumlah 80an juta rupiah. Ingat itu hanya 1 tahun, jika Anda ingin kuliah 2 tahun, kalikan saja 2, tapi itu itu bisa diurus kemudian saat Anda ingin memperpanjang izin tinggal di Jerman, untuk awalnya, Anda hanya butuh 7020 €. Si penjamin juga harus dibawa serta dgn Anda untuk diwawancarai atau dimintai tandatangan saat Anda nanti membuat jaminan keuangan di kedubes. Biasanya si penjamin adalah orangtua.
5. Setelah semua persyaratan lengkap, Anda bisa membuat Visa, dilantai atas Kedubes. Pertama isi form yang ada, kalau tidak salah, form berbahasa Jerman, jadi lebih baik jika Anda mengisi formulir saat sudah les bahasa Jerman. Syarat2 untuk mendapatkan visa ke Jerman :
a) Tujuan jelas (les bahasa/sekolah, sebagai turis, bekerja)
b) Jika ingin sekolah, maka Anda harus sudah jelas diterima dimana, minimal diterima sekolah bahasa dimana di Jerman. Untuk jasa pendaftaran sekolah bahasa saya menggunakan jasa GCC Bandung (German Campus Center). Saya dan beberapa teman didaftarkan di tingkat Mittelstufe II di Sprachzentrum TU Braunschweig, Jerman. Tapi saat itu saya sudah les intensif di Goethe Institut untuk tingkat Grundstufe (dasar) selama 6 bulan, juga sudah memegang setifikat ZD (sertifikat ujian dasar bhs Jerman dari Goethe Institut) dan sudah les intensif tingkat Mittelstufe I di GCC. Les2 ini cukup menghabiskan banyak waktu, sebelum akhirnya bisa kuliah dalam bahasa Jerman. Jadi bagi yang tidak ingin terlalu lama, dapat memilih program bahasa Inggris, yang rata2 hanya butuh TOEFL dan tes GRE (tes GRE seperti tes potensial akademik dan mengarang analisa dalam bahasa Inggris). Jika Anda berminat terhadap program kuliah bahasa Jerman, minimal biasanya butuh sertifikat DSH 2 atau Test Daf 4, dan untuk mendapatkannya saya butuh waktu 8,5 bulan.
c) Dokumen2 yang dibutuhkan dalam bhs Inggris atau Jerman dan yang aslinya
d) Paspor
e) Uang, saya lupa jumlahnya
f) Foto
Jika visa Anda sudah selesai, bisa diambil beberapa bulan kemudian (memang agak lama).
Bisa jadi visa Anda ditolak , jika dianggap tidak memenuhi syarat, ini terjadi dengan beberapa teman2 saya. Coba saja diulangi dengan prosedur yang benar dan persyaratan yang lengkap.

Persiapan keberangkatan :
1. Seperti saya uraikan sebelumnya, les bahasa Jerman itu sangat penting. Jika ingin bertanya sesuatu di Jerman (misal : nyasar),Anda tidak bisa hanya mengandalkan bahasa Inggris, karena tidak semua orang Jerman bisa berbahasa Inggris. Minimal Anda sudah pernah Grundstufe di Indonesia, kalaupun ada teman yang berangkat tanpa tahu bahasa Jerman, biasanya mereka memiliki saudara yang akan membantu misalnya mendaftarkan ini itu kalau di Jerman. Tapi alangkah baiknya jika semua dilakukan sendiri, hitung2 petualangan di negeri orang. Lembaga bahasa yang diakui sertifikatnya secara luas di Jerman adalah Goethe Institut, jadi lebih baik ke Goethe Institut untuk les bahasa di Indonesia. Tapi untuk di Jerman saya tidak menyarankan ke Goethe mengingat biayanya sangat mahal, bisa berkali2 lipat dari lembaga biasa.
2. Kumpulkan info sebanyak2nya ttg Jerman, bagaimana Anda dari Frankfurt (Airport di Jerman) bisa sampai ke kota tujuan nanti, naik kereta apa, dsb. Hubungi teman Anda di Jerman bila perlu, jika tersesat, kerahkan kemampuan bahasa Jerman Anda untuk bertanya, ingat…malu bertanya sesat di jalan. InsyaAllah orang Jerman ramah-ramah kok.
3. Beli tiket pesawat, harga bervariasi tergantung maskapai penerbangannya. Semakin mahal tiket biasanya jatah bagasinya semakin banyak, jadi Anda dapat membawa barang di koper lebih banyak. Dulu saat naik MAS (Malaysia Airlines) kelas ekonomi harga tiket Rp. 4 juta. Untuk muslim, jika ingin jaminan makanan halal selama di pesawat, silahkan naik MAS
4. Baju dingin, saya sarankan beli Indonesia karena lebih murah, tapi terserah Anda, jika tak ingin beban koper terlalu berat bisa juga dibeli di Jerman. Kalau di Bandung, saya promosikan Twig sebagai yang terlengkap, dan jika si pemilik tahu kita student, akan diberi korting habis-habisan. Dia senang jika ada student belajar di luar.
5. Soal bumbu2 Asia, banyak toko Asia di Jerman, jadi tenang saja. Perlengkapan makan yang menurut saya perlu ya rice cooker, Anda bisa bawa atau beli disana, saya sarankan bawa.

Demikian info dari saya.Semoga bermanfaat.

~ by Ratna on January 5, 2007.

19 Responses to “How to Study In Germany”

  1. Ass..
    makasih mbak infonya…semoga sukses belajar di jerman, kalau sudah selesai kuliahnya mau kemana mbak…apakah tetep disana, cari kerja di jerman…hidup selamanya di jerman..atau balik maning ke cilacap, Indonesia…Ilmu ne mbak ki akeh banget..sayang kalu dah lulus ndak di transfer ke adik2 di Indonesia, saya kaget sekali membaca tulisan mbak tentang pelajaran database di stt 1 semester trus di jerman hanya 2 minggu…betapa kita di stt hanya punya sedikit sekali ilmu…kita jauh sekali ketinggalan …mbak kalau boleh tau…coba kirimkan silabus kuliah mbak tiap mata kuliah ke adik2 stt atau ke email saya…kalau mbak ada waktu..tapi kalu sibuk ya ndak papa, eh iya…selamat berpuasa di cuaca yang dingin…salam buat mas Bima dan baby nya…

    Regards

    Wono

  2. Wa’laykumslm Wr. Wb.

    iya sama2. Tp almamater kita bagus kok menurutku. Lulusan kita banyak yang kerja di perusahaan2 bagus. Beberapa di dalam dan di luar negeri, yang kuliah di Jerman juga ada. Yang aku kenal sih anak Elektro beberapa. Btw, emailmu apa? Siapa tahu mau bagi2 ilmu. Oh ya, aku mau cari kerja luar dulu, terus ke Indo insyaAllah

  3. aww.
    mbak ratna yang baik, saya minta info tentang kul di jerman.
    saat ini saya sedang menyelesaikan s2 kimia polimer.saat ini lagi kerjakan tesis tentang polimer seikonduktor. saya minta alamat email mbak ratna.ada hal yang ingin saya tanyakan lebih lanjut.
    terimakasih atas bantuannnya.
    www

  4. iya mbak semoga Orang Indonesia semakin dikenal sebagai orang yang maju…klo kerja di luar ndak hanya jadi pembantu aja…semoga Bisa membuat Indonesia dan Islam menjadi Bangsa yang diperhitungkan..dan menjadi proffesional IT yang bisa diandalkan…sehingga ndak hanya India aja yang bisa..we must say that Indonesia will lead of IT development in the WORLD…
    semangat terus Mbak belajarnya…semoga bisa berprestasi di Jerman..kaya Pak Habibie..bisa buat pesawat…semoga bisa bikin DBMS atau bikin OS gitu ya Mbak…pokonya sedot semua Ilmu disana…kami di Indonesia hanya bisa Mendoakan …Semoga sukses dan diberi kekuatan…
    oh Iya emailku wono@mobleil.com
    oh ya mbak kalau ada ilmu2 baru bisa mbak ngeblog di http://www.mobleil.com
    ini punya kakak kelas kita lho…ntar bisa diliat deh webnya…lumayan….buat share2 ilmu gitu lho mbak…makasih mbak…
    salam buat mas Bima dan Babynya…

  5. Wah, pas banget deh…

    Saya sedang rencana ke Frankfurt….
    Kayaknya, njenengan juga di Frankfurt ya…???
    di mana??

    Saya rencana ke gerlach strasse.
    Good Luck ya…

  6. Saya nggak tinggal di Frankfurt kok:), di Aachen

  7. asLm’aLaikum wr.wb mba ratna yg insyAllah d rahmati Allah.. Saya irwan skrg sdg mnyelesaikn s1 d unpad. insyAllah saya ada rencana utk mlanjutkan studi d jerman..bs kasih info ttg TWIG atau alamatnya dan cara utk mendapatkan beasiswa studi d jerman,terutama d bidang sosial-politik..ini alamat email saya save_palestina@yahoo.com. Jika tidak keberatan tlg kirimkan infonya k email saya ya mba.. danke schön.. hatur nuhun.. jazakillah khairan katsiran.. Wassalamu’alaikum wr.wb

  8. Terimakasih atas infonya yang sangat diperlukan.
    saya adalah pelajar SMA di daerah Tulungagung.Kebetulan,saya mempunyai teman yang menyelesaikan program akselerasi, di SMA Muhammadiyah ,Jogjakarta.Kebetulan di sekolahnya bekerja dengan beberapa universitas di Jerman.Dan dalam persyaratan untuk sekolah di Jerman salah satunya adalah tanpa mempertimbangkan TOEFL.Apakah memang ada universitas di Jerman yang seperti itu??
    Jika memeng ada, saya mohon bantuan dari Mba’ Ratna untuk memberikan infomasi tentang beasiswanya.
    Danke

  9. Y,a ada yg gak pake TOEFL tapi harus bisa bahasa Jerman, jadi klo utk master syaratnya memiliki sertifikat DSH/Test DAF dan klo utk lulusan SMU, harus lulus ujian studienkollege dulu di Jerman.Jadi, Anda harus sekolah di studienkollege dulu selama 1 tahun di Jerman.Klo dari lulus SMU sudah dpt beasiswa tanpa ikut studienkollege, setahu saya tidak ada, karena berarti kemampuan bhs Jermannya belum terbukti. Ujian studienkollege spt UMPTN/Ebtanas gitu bayangannya, walau gak sama sih. Jadi ada 2 pilihan, TOEFL atau studienkollege.

  10. kl di bandung alamat lesnya dmana ya?
    bisa email kesaya.
    tks

  11. Alamat Goethe-Institute Bandung:
    Jl. L.L.R.E. Martadinata 48
    Bandung 40115
    Tel: +62 22 4236440
    Fax: +62 22 4204041

    Saran saya klo les bhs Jerman di Indonesia mendingan di Goethe, walau lebih mahal (sedikit) dibanding lembaga lainnya tapi ini resmi dari pemerintah Jerman, diakui di Jerman.Kalaupun Anda les di lembaga lainnya, tetep utk ujian, Anda harus ikut di Goethe-Institut, karena hanya Goethe yang berhak mengeluarkan sertifikat bhs resmi yang diakui di Jerman, spt ZD. Info lebih lanjut bisa dilihat di:http://www.goethe.de/ins/id/bad/idindex.htm

  12. salam kenal mba Ratna. Terima kasih ya..buat info-infonya. Sangat membatu saya lho..

  13. maaf mbak
    numpang tanya…
    sebelumnya kenalan dulu, saya adalah pelajar lulusan SMA yang saat ini mengikuti superintensif di goehte bandung.
    yang mau saya tanyakan adalah…
    apakah dalam dokumen diperlukan surat keterangan sudah mengikuti 500 jam??
    terimakasih
    danke!

  14. Dokumen yg dimaksud, dokumen dr Kedubes Jerman di Indo atau dokumen dari tempat les bhsa Jerman? Klo dulu , saya tdk perlu yg dr Kedubes, karena memang sudah dpt sertifikat les dari Goethe ada keterangan berapa jam(sampai dpt ZD), ditambah sertifikat les dari GCC (Mittelstufe 1). Coba tanya guru les Goethe, setahu saya nanti tiap org dpt , namun ada biayanya utk pembuatan sertifikat ini.

  15. Assalamuäalaikum Wr. Wb.

    Hai mbak, salam kenal. Saya Helmy mahasiswa Indo juga di Jerman ambil Master juga. Saya baca di tulisan mbak pernah pindah kuliah ya di sini? Saya ada niat buat pindah kuliah jg mbak, cuma khawatir masalah visa dll.

    Kira2 dipersulit ga ya mbak urusan administrasi ke auslaenderbehoerdenya?

    Makasih atas jawabannya, kalo boleh saya minta alamat email mbak.

    Vielen dank.

    Helmy

  16. mbak, saya rencana akan ke dusseldorf unt sekolah bulan okt akhir. saya uda ngurus permohonan visa dan kata orang kedubes nya akan dihubungin lagi 6 – 8 minggu tp yg anehnya paspor saya dibalikin. bukannya harusnya paspornya di tinggal ya di kedubes? apa kedubes jerman emg ky begini?

  17. Seingat saya paspor ditinggal sih.Dulu juga dibilangin akan dihubungi 6-8 minggu lagi. Coba tanya teman Anda yg lain, apa prosedur yg baru memang begitu, soalnya saya kan dah lama bgt, dah dr thn 2005 buatnya

  18. mbak saya boleh minta alamat email nya nggak??
    saya berniat mau kuliah di jerman tapi saya buta sekali ttg administrasinya…
    alamat email saya c1ndy_fa77z@yahoo.com.
    maaf merepotkan

  19. Assalamu’alaykum wr wb..
    Mbak aratna ..nama saya ibrahim tentangga sampeyan
    aku kebumen..:)
    berminat sekali untuk melanjutkan study ke jerman..tidak sengaja lagi googling nemu blog Mba ratna..^_^
    saya lagi mencari info sebanyak2nya tentang study di sana..
    dan sekarang masih di jepang..pulang bermaksud utk kursus bhs jerman dan mengurus administrasi..
    mohon kiranya mba ratna berkenan memberikan informasi lagi via email saya
    brayn007_jp@yahoo.co.id

    salam kenal ya mba..

Leave a Reply